Sains
Pendidikan Sains Untuk Anak Usia Dini
Pendidikan Sains Untuk Anak Usia Dini
Dapat mengamati perubahan di sekitarnya, seperti perubahan pada pagi, siang dan sore hari.
Dapat melakukan eksperimen sederhana, seperti balon berisi gas yang akan terbang jika dilepaskan.
Dapat melakukan kegiatan membandingkan, memperkirakan, dan mengkomunikasikan tentang sesuatu hasil pengamatan yang telah dilakukan, seperti tubuh sapi lebih besar dari tubuh kambing.
Meningkatkan kreativitas dan inovasi khususnya di bidang ilmu pengetahuan alam. Sehingga anak akan mampu memecahkan masalah yang dialaminya.
Berdasarkan hal tersebut, pendekatan saintifik perlu diajarkan kepada anak. Pendekatan saintifik yang diajarkan kepada anak dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dalam mengenal, memahami berbagai materi, dan menggunakan pendekatan saintifik. Mereka setidaknya harus bisa memahami bahwa informasi bisa datang dari mana saja, kapan saja, dan tidak bergantung pada informasi langsung dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan tidak hanya disuruh.
Pendekatan saintifik dalam pembelajaran di beberapa lembaga PAUD tidak diartikan sebagai pembelajar IPA (ilmu alam) melainkan suatu proses ilmiah, yang terdiri dari lima kegiatan pokok, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran melalui bermain. Lima kegiatan dalam pendekatan saintifik menurut Nurani adalah sebagai berikut:
Mengamati
Kegiatan observasi adalah kegiatan yang mendorong siswa untuk menunjukkan rasa ingin tahu, kesungguhan, dan ketelitian dalam mengamati berbagai benda (benda hidup/mati, buku cerita, lingkungan sekitar, video, gambar, dan benda lainnya). Kegiatan mengamati ditunjukkan untuk mengetahui objek secara mendalam dengan menggunakan indera seperti melihat, mendengar, bernafas, merasakan dan menyentuh.
Bertanya
Anak didorong untuk bertanya, baik tentang objek yang telah diamati maupun hal lain yang ingin diketahuinya. Kegiatan menanya memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya tentang apa yang dilihat, didengar, dan dibaca dari benda konkret ke abstrak berkaitan dengan fakta, konsep, dan prosedur. Menanya adalah proses mencari tahu atau mengkonfirmasi atau mencocokkan pengetahuan yang sudah dimiliki anak dengan pengetahuan baru yang dipelajarinya.
Mengumpulkan informasi
Anak didorong untuk aktif bereksplorasi dan mencari tahu dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang objek-objek yang pernah mereka amati sebelumnya. Pengumpulan informasi dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan, mencoba, mendiskusikan dan meringkas hasil dari berbagai sumber
Read more info "Pendidikan Sains Untuk Anak Usia Dini" on the next page :
Editor :Tim NP
Source : http://pgpaud.stkipmodernngawi.ac.id/2021/06/05/211/